Mahasiswa Tolak Diskriminasi Pendidikan

Jumat, 6 agustus 2010 aliansi BEM Mahasiswa Universitas Jember (ABSU) melakukan aksi menuntut perpanjangan jangka waktu pembayaran biaya registrasi bagi calon mahasiswa yang lolos SNMPTN namun tidak mampu melunasi biaya registrasi. Pembantu rektor satu selaku pimpinan tertinggi dalam bidang akademik sampai berita ini diturunkan belum bisa ditemui tanpa alasan yang jelas. Pula, puluhan mahasiswa masih bertahan di depan gedung rektorat universitas Jember untuk menunggu kejelasan tuntutan yang diajukan.

Keterangan dari pihak rektorat hanya bisa diwakilkan oleh pihak humas dengan memberikan jangka waktu pembayaran seperti yang telah ditetapkan semula yakni 13 Agustus 2010. “Saya jaminannya kalau sampai tanggal tersebut mahasiswa yang tidak dapat membayar registrasi, langsung akan saya dampingi ke Pembantu Rektor I agar diberi kebijakan perpanjangan lagi” tutut Bambang Winarno selaku biro akademik Universitas Jember dengan pengawalan ketat dari satpam.

Aksi ini adalah aksi lanjutn pasca aksi yang sama dilakukan pada rabu, 4 Agustus 2010 dengan meminta tuntutan yang sama atas Ainun Najib yang tidak mampu membayar biaya registrasi padahal segala ketentuan telah terpenuhi. Dengan berbagai pembicaraan yang alot, akhirnya calon mahasiswa baru tersebut dibantu lewat uang pribadi Pembantu Rektor I. “Saya akan membantu dengan uang pribadi, yang nanti akan dilunasi MABA tersebut dengan jangka waktu 3-6 bulan sesuai kemampuan” jelas Agus Subekti, Pembantu Rektor I setelah ditemui koordinator ABSU Azka dari BEM ekonomi.

Kebijakan tersebut ternyata tidak berlaku bagi mahasiswa miskin lainnya, syarat-syarat pengajuan yang telah diberikan hanya diberi batas waktu pelunasan sampai tanggal 13 Agustus. Ketidakkonsistenan pihak universitas inilah yang membuat ABSU kembali melakukan aksi dengan tuntutan pelegal formalan kebijakan keringanan biaya dan atau kelonggaran waktu pembayaran yang cukup kepada calon mahasiswa baru  yang tidak mampu melunasi biaya registrasi.

Empat anak menjadi bukti tuntutan mereka. Yuyun wahyuni yang diterima di fakultas sastra Inggris, Rois yang berhasil masuk di FISIP, serta M. Izzudin dan Elok yang masing-masing diterima di Fakultas Teknologi Pertanian dan PGSD. Dua dari keempat mahasiswa baru tersebut berasal dari Jember.

Keempat mahasiswa baru tersebut belum mampu melunasi biaya registrasi. Namun, pihak rektorat tetap saja bersikukuh dengan tenggang waktu yang telah ditetapkan. Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda Pembantu Rektor I akan hadir menemui mahasiswa.[rizqi]

Tinggalkan sebuah Komentar

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.